Kamis, 19 April 2012

Tugas Pelatih




FALSAFAH SEORANG PELATIH :
·         Pelatih yang ingin menjadikan atletnya sebagai sang juara.
·         Pelatih yang ingin menanamkan kepribadian yang baik dan berprilaku etis.
Contoh falsafah pelatih :
·         Memenangkan setiap pertandingan
·         Menanamkan kepribadian yg baik & perilaku etis pada atlet-atletnya.

Cerminan falsafah seorang pelatih :
·         Tercermin dlm pendapat & tingkah lakunya dlm melaksanakan tugasnya sbg coach dlm membina atletnya u/ mengembangkan secara optimal kesehatan, fisik, mental, & sosial.
·         Tercermin dlm tugasnya u/ memperkembang keterampilan motorik, prestasi, perilaku etis, moral yg baik, berkepribadian yg baik, & respek thd orang lain.
·         Tercermin dlm watak luhurnya, pertimbangan-pertimbangan intelektualnya & sifat-sifat demokratis.


Tugas seorang pelatih:
Sangat kompleks & luas shg pelatih hrs memiliki bekal yg cukup u/ menunjang tugas-tugas & peranannya (membimbing, meningkatkan prestasi, merencanakan program latihan, mengevaluasi proses & hasil latihan).

Tugas seorang pelatih, terbagi 2 yaitu :
1.     Saat latihan & tanding
2.    Saat di luar kegiatan latihan & tanding

Saat latihan & tanding :
1.     Menyusun & melaksanakan rencana latihan
2.    Menyusun & menciptakan model
3.    Menyusun, membuat, menyediakan, mencari perlengkapan latihan
4.    Manajemen lat & pertandingan
5.    Mengembangkan prestasi atlet
6.    Membentuk Sifat & kepribadian atlet
7.    Mengembangkan fungsi kognisi atlet (IQ, EQ, CQ, AQ, SQ)
8.    Mengevaluasi keterampilan atlet

PERAN PELATIH SECARA KESELURUHAN
·         Pelatih sebagai perencana (planner)
·         Pelatih sebagai seorang pemimpin (leader)
·         Pelatih sebagai teman
·         Pelatih sebagai orang yang mau belajar (learner)
·         Pelatih sebagai seorang realist
·         Pelatih sebagai guru

PERAN PELATIH SAAT LATIHAN :
a.    Sbg fasilitator latihan
b.    Sbg pembentuk & pengembang kinerja atlet
c.    Sbg evaluator
PERAN PELATIH SAAT ATLET SEDANG TANDING :
a.    Sbg ahli dlm taktik & strategi
b.    Sbg psikolog
c.    Sbg pengamat

KUALIFIKASI PELATIH
Kualifikasi pelatih dapat dilihat dari :
·         Pelatih yang kemampuannya berasal dari pengalamannya sebagai atlet berprestasi top(pengalaman sebagai atlet)
·         Pelatih yang kemampuannya berasal dari proses pendidikan yang memadai(Pendidikan)

CIRI SUATU PROFESI :
·         Profesi harus memiliki etika profesi yang mengutamakan pembinaan layanan kepada khalayak.
·         Profesi itu harus diperoleh melalui masa latihan dan atau pendidikan dalam waktu yang cukup lama.
·         Memiliki landasan ilmu pengetahuan sehingga praktek layanannya dapat dipertanggung jawabkan.

KODE ETIK PELATIH
·         Perilaku-Ketegasan dan Keberanian
·         Sikap Sportif-Hargai wasit
·         Keseimbangan emosional-Berfikir positif
·         Imajinasi

Sifat-sifat yg hrs dimiliki seorang pelatih :
·         Perilaku hrs bebas dari perbuatan tercela
·         Kepemimpinan, merupakan individu yg dinamis, yg dpt memimpin & memberikan motivasi kpd anak asuhnya maupun asistennya
·         Bersikap sportif
·         Pengetahuan & keterampilan yg tinggi

Tinggi rendahnya prestasi atlet tergantung dari tinggi rendahnya pengetahuan & keterampilan pelatihnya

·         Imajinasi (thd metode lat yg efektif & efisien)
·         Ketegasan & keberanian dlm mengambil keputusan
·         Keseimbangan emosional
·         Humoris
·         Sehat
·         Mampu mengorganisir program lat & pertandingan serta menginventarisir data atlet (administrator)
·         Mampu mengembangkan kedewasaan anak dgn cara mengajarkan sifat-sifat kepemimpinan, mengambil inisiatif, dll

§      Kegembiraan berlatih
§      Menghargai wasit & tim tamu
§      Perhatian thd atlet
§      Berpikir positif
§      Tidak senang berjudi
§      Berbahasa yg baik & benar
§      Tidak merendahkan orang lain
§      Siap mental, artinya: Mengabdikan diri sepenuhnya pd profesi Mengamalkan pengetahuan Berani berkorban

Tiga hal pokok yg menunjang suksesnya pelatih :
1.     Ltr blk pendidikannya dlm ilmu-ilmu yg erat hubnya dgn OR
2.    Pengalaman dlm bid OR, baik sbg atlet top maupun sbg pelatih
3.    Motivasinya u/ senantiasa memperkaya diri dgn ilmu & pengetahuan yg mutakhir mengenai OR


GAYA-GAYA KEPEMIMPINAN PELATIH

1.   GAYA OTORITER
Ciri-ciri kepemimpinannya :
Ø   Lebih banyak menggunakan gaya otoriter dalam pembinaan atlet.
Ø   Sifatnya ”perintah” dan harus dipatuhi.
Ø   Bertindak kurang manusiawi.
Ø   Menentukan sendiri tugas-tugas yang akan dilaksanakan. Tugas-tugas itu harus dilaksanakan dan diselesaikan.
Ø   Hukuman diberikan kepada atlet yang tidak menurut perintahnya.

Kelebihannya :
·                Atlet memiliki disiplin yang tinggi.
·                Timnya agresif ; semangat tinggi, keyakinan.
·                Timnya terorganisir dengan baik.

Kekurangannya :
·                Mudah timbul perselisihan dalam tim bila timnya kalah.

2.   GAYA DEMOKRATIS
Ciri-ciri kepemimpinannya :
Ø   Lebih akrab dengan atlet.
Ø   Mendengar suara atlet.
Ø   Memberi izin kepada atlet untuk saling berinteraksi tanpa harus meminta izin terlebih dahulu kepada pelatih.
Ø   Tidak banyak memberikan instruksi atau perintah.

Kelebihannya :
·                Setiap individu atlet merasa diakui sebagai insan social.
·                Setiap individu mempunyai tujuan, sasaran, dan nilai-nilai yang memotivasi perilakunya, karena mereka merasa bukan diperlakukan sebagai seorang yang tidak harus tunduk pada perintah-perintah pelatih.
·                Gaya kepemimpinan demokratis bisa meningkatkan persatuan dan kesatuan antar anggota tim.
·                Gaya demokratis juga dapat memberikan kepuasan kepada atlet.

Kekurangannya :
·                Jika waktu untuk latihan terlampau singkat (misalnya kurang dari sebulan), maka gaya kepemimpinan demokratis tidak efektif dalam memanfaatkan waktu latihan dengan sebaik-baiknya.
·                Dibandingkan dengan gaya otoriter, kepemimpinan demokratis kurang dapat menanamkan sifat-sifat agresif pada atlet yang sering dibutuhkan dalam banyak cabang olahraga. Demikian pula dengan kedisiplinan.
·                Gaya demokratis seringkali pula kurang efektif dalam situasi-situasi yang membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat


3.   GAYA YANG LEBIH MEMPERHATIKAN ANAK BUAH/ATLET (PEOPLE CENTERED)
Gaya yang menekankan kepada pemenuhan kebutuhan pribadi atlet.
Kelebihannya :
·                Dapat mengurangi ketegangan dan kecemasan walaupun tugas tidak dijalankan dengan baik atau kalah dalam bertanding.
·                Komunikasi lebih baik dengan atlet yang bimbang atau gelisah.
·                Lebih efektif dalam situasi yang menyenangkan baginya, yaitu dimana para atlet  membutuhkan bimbingan dalam membuat keputusan.

Kekurangannya :
·                Kurang keras dalam menuntut pada atlet untuk menjalankan tugas dengan baik.
·                Kurang efektif dalam situasi yang kurang menguntungkan.
·                Kurang dapat diterima oleh atlet yang senang pada gaya task oriented.
4.   GAYA YANG LEBIH MENEKANNKAN PADA TUGAS (TASK ORIENTED)
Gaya ini fokus perhatiannya memenangkan setiap pertandingn.

Kelebihannya :
·                Lebih efisien segala usaha ditujukan pada tugas yang harus diselesaikan.
·                Tidak banyak buang waktu untuk komunikasi pribadi dengan atlet dan antara atlet  
·                Pemberian instruksi yang cepat, tegas dan langsung pada tugas yang harus dijalankan.
·                Efektif dalam situasi yang menguntungkan atau tidak bagi pemimpin, misalnya banyak atlet yang bandel, kurang disiplin, dan butuh kepemimpinan yang tegas

Kekuranganya :
·                Dapat menumbuhkan anxiety pada atlet.
·                Kurang acuh akan pemenuhan kebutuhan akan pribadi atlet.
·                Kurang efektif dalam situasi yang kurang menegangkan, situasi ini atlet biasanya lebih bebas dibanding situasinya menegangkan.
·                Kurang serasi dalam hubungan kerja dengan bawahan.


TIPE-TIPE KEPRIBADIAN PELATIH :
1.Authoritarian atau hard noice coach (pelatih yang otoriter).

Ciri-ciri pelatih yang otoriter:
§      Berpegang teguh pada disiplin
§      Menerapkan sistem hukuman.
§      Ketat dalam rencana dan jadwal latihan.
§      Bisa kejam dan sadis.
§      Bukan pribadi yang hangat dan menyenangkan.
§      Tidak senang punya asisten yang sama pribadinya dan akan sering bentrok.
§      Ciri yang sangat menonjol adalah orang yang sangat terorganisir dengan baik.

2. Pelatih yang baik hati (Nice Guy Coach).
Ciri-cirinya adalah sbb :
§      Senang memberi pujian.
§      Sangat luwes dalam membuat rencana latihan, meskipun kadang-kadang tidak jelas sehingga dapat menimbulkan kesangsian atlet kepada pelatih.
Kelebihan seoarang pelatih yang baik hati:
§      Kekompakkan tim sangat baik.
§      Tim kadang-kadang diluar dugaan bisa menghasilkan prestasi yang baik.
§      Kalah bukan masalah.
§      Tidak begitu tegang, karena kalahpun tidak dihukum.

Kelemahannya:
§      Keluwesan dan keterbukaan pelatih terhadap saran-saran sering dianggap sebagai kelemahan.
§      Kebaikan pelatih sering dimanfaatkan oleh atlet.
§      Atlet-atlet yg lemah tidak tertangani dengan baik.

3. Pelatih pemacu (Intense atau DrivenCoach).
Ciri-cirinya yaitu:
§      Khawatir, gelisah kalau ada tugas yang belum selesai.
§      Selalu mendramatisasi situasi, suka berteriak, menyerang wasit.
§      Mempunyai informasi yang lengkap dan pengetahuan tentang segala sesuatu tentang cabang olahraganya.
§      Kekalahan dianggap sebagai malapetaka.

Keuntungannya:
§      Pemain selalu siap dan bersemangat dalam menghadapi pertandingan.
§      Atlet memperlihatkan usaha maksimal dalam setiap pertandingan.
Kerugiannya:
§      Condong memandang rendah lawan.
§      Karena latihan terlalu keras,maka burn-out (kehabisan tenaga) bisa timbul sebelum musim pertandingan.
§      Tuntutan pelatih terlalu tinggi, tidak realistis.
§      Tindakkan emosionalnya sering membuat malu atletnya.

4. Pelatih yang santai (Easy Going Coach).
Ciri-ciri pelatih yang santai:
§      Tidak serius dalam menangani tim.
§      Tidak bisa menggugah semangat atlet.
§      Tidak pernah membuat jadwal secara rinci.
§      Dalam suasana panik ia tetap tenang.
§      Pelatih tipe ini memberi kesan dingin.

Kelebihan dari Tipe Pelatih yang santai:
§      Pemain tidak merasa stress
§      Komunikasi antar alet dan pelatih lancar
§      Jadwal latihan merupakan kesepakatan bersama, dominan atlet yg menentukan.
§      Atlet bebas dan tidak tergantung pelatih

Kelemahan dari Tipe Pelatih yang santai:
§      Atlet yang serius tidak memperoleh banyak manfaat.
§      Atlet mudah melemparkan kesalahan pada pelatih apabila gagal.
§      Tak ada rencana jadwal yg menyeluruh
§      Tingkatan fitness para atlet rendah
§      Masalah yang timbul tidak pernah ditangani secara serius.
§      Atlet tidak banyak bergantung pada pelatih, tetapi sering tidak yakin apa yang harus dilakukannya.

5. Pelatih Tipe Bisnis (Business Life Coach).
Ciri-ciri pelatih Tipe Bisnis:
§      OR dianggap sebagai bisnis, oleh karena itu timnya terorganisir dengan baik.
§      Tekun mengikuti kemajuan & kemunduran atlet
§      Mempertimbangkan hal-hal secara mendetail, sebelum menerapkannya dalam latihan.
§      Hubungan atlet seperti hubungan bisnis, karena itu tidak mudah mendekatinya.
§      Keras hati akan tetapi terbuka bagi gagasan-gagasan baru.
§      Selalu menerapkan pada ketepatan waktu.

Kelebihan dari pelatih tipe ini :
§      Regunya tak pernah ketinggalan jaman karena selalu memiliki teknik yang paling baru (mutahir).
§      Atlet menaruh kepercayaan pada pelatih & tidak pernah ragu terhadap tindakkannya

Kelemahan dari pelatih tipe ini :
§      Atlet yang kurang serius, tidak senang diatur tidak senang dalam suasana regu yang mirip bisnis sehingga kemungkinan drop out ada.
§      Pelatih lebih menekankan pada kecerdasan atlet dibandingkan dengan emosinya.
§      Atlet merasa kehilangan identitas dan individualitasnya, karena tindakannya mirip bisnis.

DEFINISI LATIHAN, PELATIH DAN MELATIH

Latihan adalah suatu proses berlatih yang berencana, menurut jadwal, menurut pola dan sistem tertentu, metodis, dari mudah kesukar, teratur, dari sederhana ke yang lebih komplek yang dilakukan secara berulang-ulang dan yang kian hari jumlah beban latihannya kian bertambah.

Pelatih adalah seorang profesional yang tugasnya membantu atlet dan tim olahraga dalam memperbaiki dan meningkatkan penampilannya. Karena pelatih merupakan suatu profesi maka pelatih diharapkan dapat memberikan pelayanan sesuai dengan standar profesional yang ada (Pate, RB. Mc.Clenaghan and Rotella : 1984).

Latihan adalah Proses melakukan gerak secara berulangulang untuk meningkatkan kemampuan.

Latihan adalah Suatu usaha meningkatkan gerak tubuh yang dilakukan secara berulang-ulang untuk menimbulkan automasisasi dalam suatu latihan, kegiatan, dan suatu proses untuk tujuan yang dicapai.

Kepelatihan adalah suatu konsep tentang upaya pembinaan sumber daya manusia (sdm) untuk mencapai prestasi optimal dalam bidang khusus, pada konteks ini sasaran yang ingiun dicapai adalah prestasi dalam bidang olahraga.

Pelatih adalah suatu kegiatan yang merupakan upaya pembinaan sumber daya manusia untuk mencapai prestasi optimal dalam bidang olahraga.

Pelatih adalah orang yang memberikan bimbingan serta tuntunan kepada atlet agar dapat tercapai prestasi yang optimal.

Melatih adalah aktifitas pelatih dalam menyiapkan dan menciptakan situasi lingkungan latihan sebaik mungkin dalam konteksnya dengan atlet dalam mentransformasikan pengetahuan dan keterampilan olahraga, sehingga terjadi proses berlatih secara efektif dan efisien untuk mencapai sasaran tujuan latihan pada saat itu.

Berlatih adalah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet, yang dilakukan secara sadar untuk mencapai prestasi optimal, khususnya pada bidang olahraga dan memberikan keterampilan gerak secara ilmiah.

Melatih adalah suatu proses kegiatan untuk membantu orang lain (atlet) mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam usahanya mencapai tujuan tertentu (prestasi).

Melatih adalah ialah aktifitas pelatih menyiapkan dan menciptakan situasi lingkungan latihan sebaik mungkin dan mengembangkan nya dengan anak latih, sehingga terjadi proses berlatih melatih secara efektif dan efesien untuk mencapai sasaran latihan pada saat itu (Suharno hp, 1993 : 3).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar